Tempat ini saya temukan secara tidak sengaja, saat sedang bermain-main di daerah pasar kotagede untuk membeli camilan tradisional. Pasar Kotagede memang dikenal dengan pusatnya jajanan pasar. Jenis yang dijual bercam-macam, mulai dari kue basah, kering yang tradisional maupun kekinian ada. Ditambah yang jual juga tidak hanya satu, sehingga pembeli memiliki pilihan. Jangan kaget jika sampai disana Anda melihat setiap penjual sudah di krubungi banyak pelanggan nya.
Pada awalnya, saya akan mencari makan malam di daerah umbulharjo. Terdapat satu tempat makan yang bersih, enak dan cukup murah. Mungkin akan saya ceritakan pada kesempatan lain. Melihat cuaca yang kurang mendukung, agak gerimis waktu itu, maka diputuskan untuk makan di sekitar kotagede saja.
Ngegas tipis motor ke arah utara atau tepatnye ke arah Gedongkuning, sebelum lampu merah simpang 3 jl. kemasan, secara tidak sengaja melihat ada warung sate di sebelah kiri jalan yang cukup ramai. Setelah mengamati sejenak sambil berlalu, ternyata bukan sate kambing atau ayam yang dijual, tapi terlihat jelas pada papan nama di sudut warung tertulis Sate Sapi Pak Cipto. Setelah berpikir sejenak dan karena penasaran, akhirnya muter balik.
Saya baru kali ini menemukan warung sate sapi di Jogja. Setahu saya sate sapi yang paling terkenal dan sudah pernah saya mampir adalah Sate Sapi Pak Kimpling di daerah Ungaran, beberapa waktu sebelum masuk kota Semarang. Iseng coba search di google maps, ternyata Pak Cipto ini ada beberapa cabang di sekitaran Gedong Kuning.
Menu yang dijual disini memang spesial Sate Sapi saja. Untuk masalah bumbu bisa request, bumbu kacang atau bumbu kecap. Uniknya, lontong yang disajikan tidak hanya lontong polos, namun kita bisa memesan dengan tambahan kuah sayur, yaa sama seperti lontong sayur yang dijual di kota besar seperti Jakarta.
Satu porsi berisi 10 tusuk sate, cukup mengenyangkan apalagi ditambah dengan lontong yang juga cukup banyak. Dari segi rasa, daging sapi ini tidak memiliki serat yang keras dan juga tidak prengus seperti daging kambing. Bagi sebagian orang yang mungkin tidak tahan dengan bau prengus, bisa menjadi alternatif. Rasa dagingnya manis, entah rasa asli atau rasa dari bumbu yang telah ditambahkan. Namun bisa ditambah irisan cabe atau merica bagi Anda yang suka pedas.
Dari segi harga, menurut saya lumayan mahal bagi kantong saya. Untuk seporsi sate + lontong kita harus mengeluarkan Rp 31.000,- Untuk makan 2 orang dengan minuman dan satu bungkus peyek, saya mengeluarkan Rp 71.000,-.





0 komentar:
Post a Comment