Masih dalam rangka Hari Kartini, tiba-tiba teringat sebuah guyonan lawas yang akan muncuk setiap kali nama atau hari Kartini diperingati
A : Sob, aku punya tebakan nih.
B : Apaan, Broo..?
A: Siapa nama lain Kartini.?
B: Hmmm..., Gak ngerti, Bro..
A: Nama lain Kartini adalah Harum.
B: Kok bisa..?
Ibu kita Kartini
Putri Sejati
Putri Indonesia
Harum Namanya
(Nyanyi)
Saat ini, guyonan seperti ini sudah sangat jarang saya dengar di kalangan anak-anak atau remaja. Dulu, lawakan ini sudah sangat bisa membuat gerrr... walaupun masih ada sebagian orang yang masih belum dapat tertawa karena sambil mikir.
Memang yang namanya lawakan akan sangat bergantung juga dengan kondisi lingkungan sekitar. Saat itu, kenapa lawakan seperti ini sangat laris, menurut saya faktor utamanya adalah setiap anak masih sangat hapal lagu-lagu wajib nasional dan beberapa lagu daerah. Semacam Maju Tak Gentar, Appuse, Halo Halo Bandung, Ibu Kita Kartini, Syukur, dsb
Setiap senin, pada saat upacara bendera beberapa lagu wajib selalu dinyanyikan bersama. Rasa bangga muncul ketika bernyanyi, dengan suara yang dibuat selantang mungkin walaupun terkadang terdengar sumbang. Bahkan, menyanyikan lagu wajib merupakan salah satu mata ujian di Kelas 6 SD.
Sedangkan saat ini, selain sudah klise, kemungkinan juga tidak banyak anak-anak yang mengerti dengan lagu-lagu nasional tersebut. Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab. Masuknya TV dan gadget dengan content yang lebih menarik, secara tidak langsung dapat mempengaruhi minat anak. Mereka akan lebih suka menonton video lucu, kartun atau mendengarkan lagu yang lebih kece. Tidak jarang berasal dari luar negeri dengan bahasa Inggris macem Twinkle Twinkle Little Star.
Tidak salah memang memberikan sebanyak mungkin informasi, namun mungkin akan lebih bijak jika sebagai orang dewasa kita memfilter apa yang dikonsumsi anak-anak penerus bangsa ini. Mungkin bisa dengan menambahkan content - content nasionalis pada gadget. Serta bisa juga dengan mengurangi menonton TV yang saat ini sebagian besar content nya kurang terlalu memilki efek positif.
Sampailah pada akhirnya, saya mengucapkan
SELAMAT MEMPERINGATI HARI KARTINI
Semoga bukan hanya pakaian adat dan kebaya-nya saja yang menular, akan tetapi semangat-nya juga menular kepada wanita-wanita hebat di negeri ini. Dengan pemikiran Kartini, dan ditambah meneladi pahlawan wanita lain seperti Dewi Sartika, Cut Nyak Dien, dsb semoga dapat memberikan tambahan semangat bagi wanita Indonesia.


0 komentar:
Post a Comment